Oleh: Aku Anak Indonesia | November 7, 2010

Greenpeace Pioner Penyelamat Bumi

Greenpeace Pioner Penyelamat Bumi

Greenpeace adalah suatu organisasi lingkungan global yang didirikan di Vancouver, British Columbia, Kanada pada 1971. Greenpeace dikenal menggunakan aksi langsung tanpa kekerasan konfrontasi damai dalam melakukan kampanye untuk menghentikan pengujian nuklir angkasa dan bawah tanah, begitu juga dengan kampanye menghentikan penangkapan ikan paus besar-besaran.

Pada tahun-tahun berikutanya, fokus organisasi mengarah ke isu lingkungan lainnya, seperti penggunaan pukat ikan, pemanasan global, dan rekayasa genetika. Greenpeace mempunyai kantor regional dan nasional pada 41 negara-negara di seluruh dunia, yang semuanya berhubungan dengan pusat Greenpeace Internasional di Amsterdam. Organisasi global ini menerima pendanaan melalui kontribusi langsung dari individu yang diperkirakan mencapai 2,8 juta para pendukung keuangan, dan juga dari dana dari yayasan amal, tetapi tidak menerima pendanaan dari pemerintah atau korporasi.

Pernyataan resmi misi Greanpeace menyebutkan:

Greenpeace adalah organisasi independen yang berkampanye menggunakan konfrontasi kreatif anti kekerasan untuk mengungkap permasalahan lingkungan global, dan untuk memaksa solusi bagi sebuah masa depan yang damai dan hijau. Target Greenpeace adalah untuk memastikan kemampuan bumi untuk kelangsungan hidup bagi semua keanekaragamannya.

Sejarah

Asal mula Greenpeace dimulai dengan pembentukan formasi Don’t Make A Wave Committee oleh sekelompok aktivis Kanada dan Amerika di Vancouver pada 1970 Nama komite ini diambil dari sebuah slogan yang digunakan selama protes terhadap uji coba nuklir Amerika Serikat pada akhir 1969, komite datang bersama-sama dengan sasaran menghentikan ujicoba pemboman nuklir bawah tanah tahap ke-dua dengan kode Canikkin, oleh militer AS dibawah pulau Amchitka, Alaska. Kapal ekspedisi pertama disebut Greenpeace I, kapal ekspedisi ke-dua disebut Greenpeace Too! . Uji coba tidak berhasil dihentikan, tetapi komite telah membentuk dasar untuk aktivitas Greenpeace selanjutnya.

Bill Darnell adalah orang yang mengkombinasikan kata green (hijau) dan peace (damai), yang kemudian menjadi nama bagi organisasi ini.

Pada 4 Mei 1972, setelah Dorothy Stowe menyelesaikan masa jabatan ketua Don’t Make A Wave Committee, organisasi ini kemudian secara resmi mengganti namanya menjadi “Yayasan Greenpeace”.

Direktur Eksekutif Greenpeace Internasional: Kumi Naidoo

Kumi Naidoo, Direktur Eksekutif Greenpeace International Menjabat sejak 15 November 2009. Kumi lahir di Afrika Selatan,Kumi sudah terlibat dalam pergerakan pembebasan negara itu sejak berusia 15 tahun. Sebagai akibat dari aktivitas anti-apartheidnya, dia dikeluarkan dari sekolah menengah atas. Ia kemudian sangat aktif dalam organisasi di negerinya, melakukan kerja-kerja kepemudaan di komunitasnya, dan berbagai aksi mobilisasi massa melawan rejim apartheid Afrika Selatan.

Pada 1986, Kumi ditahan dan dikenakan tuduhan melanggar undang-undang darurat Afrika Selatan. Setelah itu dia melakukan gerakan bawah tanah selama satu tahun sebelum akhirnya memutuskan hidup di pengasingan di Inggris. Di masa-masa kehidupannya di Inggris Kumi menempuh pendidikan di Oxford dan berhasil meraih gelar doktor sosiologi politik.

Setelah Nelson Mandela dibebaskan pada 1990,Kumi kembali ke Afrika Selatan dan bekerja untuk mewujudkan legalisasi Kongres Nasional Afrika. Saat pemilihan umum demokratik pada 1994 Kumi menjadi jurubicara resmi Komisi Pemilihan Umum Independen dan bertanggung jawab terhadap pelatihan seluruh staf pemilihan di negara itu. Kumi menjadi pendiri dan direktur eksekutif Koalisi Nasional LSM Afrika Selatan (SANGOCO), badan payung bagi komunitas LSM Afrika Selatan. Tergerak melihat fakta bahwa Afrika Selatan adalah salah satu negara dengan tingkat kekerasan terhadap perempuan yang paling tinggi di dunia, Kumi kemudian mengorganisasi “Aksi Massa Nasional Kaum Lelaki Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak-Anak” pada 1997.

Greenpeace di Asia Tenggara

Asia Tenggara sangat berarti bagi masa depan kelestarian planet bumi. Warisan kekayaan alami yang ada di wilayah ini patut diperjuangkan kelestariannya. Walau demikian, seiring bertumbuhnya sektor ekonomi dan industri secara pesat dalam 30 tahun terakhir ini juga mengakibatkan kerusakan lingkungan yang cukup besar. Dampak lingkungan di wilayah ini juga meluas ke luar batas-batas negara Asia Tenggara. Degradasi lingkungan yang parah telah dialami seantero Asia Tenggara. Disamping krisis keuangan yang melanda Asia belum lama ini, polusi dan penghancuran sumber daya alam semakin parah, sementara perusahaan-perusahaan multinasional dan negara-negara industri mengarahkan wilayah ini untuk ekspansi operasi dan teknologi mereka yang merusak lingkungan. Yang semakin memperparah masalah ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat Asia mengenai kerusakan lingkungan dan lemahnya mekanisme demokrasi untuk memperkuat masyarakat dalam mempengaruhi pengambilan keputusan. Melihat pentingnya potensi pembangunan dan ancaman di wilayah ini, dan dalam rangka konsolidasi dan pengembangan kampanyenya di Asia Tenggara, Greenpeace meningkatkan kegiatannya di wilayah ini.

Greenpeace sudah banyak bekerja di banyak wilayah di Asia, termasuk menghentikan importasi limbah berbahaya, menentang pengiriman radioaktif, berkampanye melawan terhadap pembinasaan hutan, melobi pemerintah mengenai isu-isu energi berkelanjutan dan menyoroti bahaya limbah pembakaran. Seringkali bersama dengan kelompok-kelompok lokal lainnya, Greenpeace telah menggalang kampanye sukses di Filipina, Taiwan, India dan Indonesia. Greenpeace berkomitmen untuk mengembangkan keberadaan Asia pada akhir tahun 80-an dan awal 90-an, dan Greenpeace membuka kantor pertamanya di Jepang (1989) dan kemudian di Cina (1997). Penjajakan awal juga dilakukan di Asia Tenggara dengan fokus utama pada Indonesia dan Filipina.

Asia Tenggara merupakan posisi kunci untuk menentukan keamanan lingkungan global. Selama 30 tahun terakhir, Greenpeace telah sukses berkampanye di negara-negara industri untuk mengurangi dan menghapuskan polusi dan degradasi lingkungan. Tetapi, usaha-usaha dan capaian ini dapat dengan mudah diputarbalikkan pada saat perusahaan-perusahaan multinasional tersebut tetap mengekspor teknologi kotor yang mengakibatkan penurunan dampak lingkungan di wilayah ini. Dengan demikian, setelah penjajakan bertahun-tahun dan berkampanye di negara-negara kunci, akhirnya Greenpeace berhasil membuka kantor di wilayah ini. Greenpeace Asia Tenggara secara resmi didirikan pada tanggal 1 Maret 2000.

Sukarela

Greenpeace percaya bahwa dukungan masyarakat adalah kunci dari keberhasilan Kampanye kita untuk menyelamatkan lingkungan. Greenpeace percaya bahwa sangat penting mengajak banyak orang secara langsung untuk terlibat dalam kegiatannya. Yang terpenting adalah Greenpeace tahu bahwa waktu dan keahlian yang disediakan para volunteer sama pentingnya dengan kontribusi financial yang di berikan para supporter(pendukung).

Peraturan ini sebagai bukti komitmen Greenpeace terhadap para volunteer. Adapun prinsip-prinsip dari seorang volunteer Greenpeace:

  • Volunteer adalah kegiatan sukarela,
  •  Kebebasan memilih kegiatan yang ada di Greenpeace
  •  Melakukan kegiatan yang berguna untuk masyarakat,
  •  dan,Tidak mencari keuntungan pada setiap kegiatan

Inilah syarat-syarat dasar yang merefleksikan setiap tindakan dari seorang volunteer Greenpeace. Volunteer Greenpeace harus mampu bekerja dalam satu tim dan tanggung jawab atas pekerjaannya, berkordinasi serta mematuhi setiap keputusan yang berlaku

Kegiatan Untuk Volunteer

Volunteers Greenpeace adalah para individu yang mempunyai keinginan kuat untuk berkomitmen dalam menjunjung serta memajukan nilai-nilai utama organisasi Greenpeace dan membantu kegiatan kampanye yang dilakukan di Asia Tenggara (Bangkok, Manila, Jakarta) tanpa pernah mengharapkan upah dari kegiatan yang mereka lakukan.

Volunteer Greenpeace terdiri dari : aktivis, internal, online aktivis, kelompok lokal

  • Aktivis dalah mereka yang melakukan aksi langsung dalam membantu kegiatan kampanye kami. Aktivis akan mendukung dan memegang teguh komitmen Greenpeace yaitu aksi langsung tanpa kekerasan dan mengikuti program pelatihan yang dilaksanakan oleh Greenpeace agar sesuai dengan standart Greenpeace dalam melaksanakan kegiatan kampanyenya. Volunteer dapat turut serta dalam aktivitas aksi perahu, memanjat, tim riset dan kegiatan logistik.
  • Magang yaitu mereka yang menawarkan diri untuk melakukan kegiatan tanpa upah di kantor greenpeace untuk membantu pekerjaan staff Greenpeace. Mereka diharapkan dapat memberikan nilai kualitas dan kwantitas yang sama dengan para staff lain. Volunteer yang melakukan magang dapat dilibatkan pada bagian seperti asisten peneliti pada suatu kampanye, penulis artikel, dan juru bicara pada di depan publik.
  • Aktivis Online adalah mereka yang berpartisipasi dalam kampanye yang dilakukan melalui internet. Mereka akan membantu sebagai komunitas virtual Greenpeace dan akan mempublikasikan semua kegiatan organisasi di dunia online.
  • Kelompol Lokal adalah suatu kelompok yang diarahkan untuk membantu kegiatan kampanye-kampanye Greenpeace dan sebagai komunitas bagi para volunteer greenpeace yang tidak dapat ambil bagian dalam kegiatan kantor karena adanya keterbatasan waktu dan berada di luar kota dimana kantor greenpeace berada.

Keberhasilan Green Peace

Keberhasilan Greenpeace Asia Tenggara

Greenpeace telah melakukan suatu perubahan positif untuk lingkungan dunia dan juga termasuk Asia tenggara. Perkebunan bukan hutan. Jika perkebunan akhirnya dimasukkan dalam kategori hutan, dikhawatirkan akan menyebabkan makin besarnya emisi dari perusakan hutan dan lahan gambut yang saat ini sudah sangat besar, membawa Indonesia menjadi negara terbesar ketiga penghasil emisi.

  1. 2009 :  Setelah kita  melakukan tekanan untuk menolak Nuklir di seluruh kawasan Asia Tenggara,  Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudyono mencabut  rencana pembangunan PLTN  dan mengatakan akan mengembangkan energi terbarukan sebagai alternatif sebelum memilih nuklir. 
  2. 2008 : Persatuan eksportir beras Thailand berkomitmen hanya melakukan ekspor beras yang bebas dari rekayasa genetik. 
  3. 2008 : Senator di Filipina akhirnya meluluskan pendanaan untuk Energi Terbarukan, dan undang-undang energi terbarukan, seperti energi  angin  dan matahari, untuk menjaga keamanan energi dan memerangi perubahan iklim.
  4. 2008 : Setelah Greenpeace bekerja bersama mendukung kelompok perlindungan lingkungan Tapsakae untuk menghentikan pembangunan PLTU baru yang berdaya 4,000 megawatt di desa Tapsake, Propinsi Prachuab Khiri Khan, Thailand. Perusahaan listrik Thailand , Electricity Generation Aouthority Thailand (EGAT) menghentikan proyek mereka.
  5. 2008: Tiga minggu setelah suatu aksi yang sangat  besar dan mendapat dukungan dari  115000 email kepada Unilever.  Akhirnya mereka  mendukung Moratorium penghentian pembalakan hutan untuk perkebunan kelapa sawit di Indonesia.
  6. 2007: Peningkatan kesadaran tentang bahaya energi listrik yang bersumber dari nuklir membuat para alim-ulama di jawa dan madura mengeluarkan fatwa “Haram” untuk pembangunan PLTN di Indonesia
  7. 2007: Greenpeace bekerja sama dengan GRIPP ( Green renewable Independent Power Producer) meluncurkan Jeepney (kendaraan umum iconic Filipina) dengan mengunakan energi terbarukan. The electric jeepney adalah inofasi untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil untuk mengatasi perubahan iklim.
  8. 2006: Seruan yang sangat masif dari kelompok anak-anak muda di Greenpeace (Solar Generation) selama pertemuan Asian Development Bank (ADB) ke-39  yang akhirnya ADB mengalirkan pendanaan untuk “Proyek Energi Bersih” sebesar $1 miliar di tahun 2008
  9. 2006: Setelah perlawanan yang masif dari masyarakat Isabela dan Greenpeace, Perusahaan  Minyak Bumi Nasional Filipina (PNOC) akhirnya menyetujui untuk membatalkan rencananya mengintegrasikan penambangan batu bara dengan proyek PLTU mine-mouth di Isabela, Filipina
  10. 2005: Pulau Mindoro di Filipina mendirikan  area bebas rekayasa genetik, memberikan inspirasi untuk membuat lebih banyak area bebas rekayasa genetik dan memberikan kekuatan para petani bahwa rekayasa genetik bukan satu-satunya cara untuk keamanan pangan di Filipina.
  11. 2004: Dalam perjanjian internasional yang membahas tindakan terhadap kapal tua yang dianggap sebagai sampah , Greenpeace memperjuangkan tercapainya penerapan  kontrol yang lebih ketat atas industri penghancuran kapal yang terkenal kotor. Traktat yang disepakati oleh 163 negara ini  diharapkan mampu meningkatkan tuntuntan kepada negara  penghancur kapal utama (Cina, India, Bangladesh, Filipina dan Turki) untuk membersikan racun dari kapal sebelum mereka mengekspornya. Traktat ini juga akan menciptakan tuntutan baru untuk mendaur ulang  kapal di negara-negara maju.
  12. 2004: Desakan Perlindungan terhadap paus Minke, Hiu putih, pohon merbau dan lumba-lumba jenis Irrawaddy akhirnya dapat di realisasikan pada konvensi  perdangangan internasional satwa dan tumbuhan langka (CITES) di Bangkok Thailand.
  13. 2002: Penolakan Greenpeace pada sumber makanan dengan rekayasa genetik di Thailand mendapat sambutan pemerintah dengan memberikan label(tanda) pada produk makanan yang terkontaminasi rekayasa genetik. Label ini memberikan kekutaan pada konsumen untuk menghindarinya.
  14. 2002: Kampanye Greenpeace mempromosikan solusi dari dampak perubahan iklim dapat mencegah pembangunan PLTU batu bara di Bo Nok dan Ban Krut in Prachuap Khiri, Tahiland dan  rencana pembangunan PLTU di Pulupandan, Propinsi Negros,Filipina.
  15. 2001: bersama dengan orgnisasi lingkungan dan masyarakat, Greenpeace berhasil mendorong disetujuinya undang-undang manajemen ekologi  pembungan limbah Filipina yang memandatkan penerapan  strategi  dari awal hingga akhir, penguraian sampah yang sesuai, pemisahan dan daur ulang sampah untuk memecahkan masalah sampah di Filipina.    
  16. 1999:  Greenpeace sukses memimpin kampanye  untuk mendorong pasal dari UU Republic No. 8749, yang juga dikenal sebagai ” UU Udara Bersih 1999 Filipina” yang didalamnya menyertakan larangan nasional  atas pembakaran sampah. Larangan yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Peristiwa

  • Memperingati 20 tahun tragedi Chernobyl, mulai tanggal 9 hingga 14 Mei 2006, Greenpeace berkerjasama dengan Galeri Foto Jurnalistik Antara menggelar pameran foto karya Robert Knoth, fotografer dunia kelahiran Rotterdam, Belanda, yang semenjak 1994 berkerja di berbagai penjuru dunia seperti Afganistan, Sudan, Angola, Somalia, Burkina Faso, Sierra Leone, Thailand dan berbagai daerah lainnya. Foto-fotonya yang ditampilkan pada pameran di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Pasar Baru, Jakarta, menampilkan potret para penduduk desa di sekitar wilayah Chernobyl yang hingga kini dihantui oleh berbagai penyakit seperti kanker dan leukimia, akibat efek radiasi dan pencemaran nuklir tragedi Chernobyl.

Greenpeace global di seluruh dunia

 

Sumber : wikipedia dan berbagai sumber lainnya

Provided by

Audi Yudhasmara

SAVE THE EARTH FOR NEXT GENERATION. Yudhasmara Foundation

Working together support to Save The Green Earth . Help Me Save The Earth 

email :  judarwanto@gmail.com   Office : JL Taman bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210  Phone : (021) 70081995 – 5703646 

Supported by  : CLINIC FOR CHILDREN Yudhasmara Foundation   www.childrenclinic.wordpress.com/  SUPPORT TO THE HEALTH OF ALL CHILDREN BY CLINICAL, RESEARCH AND EDUCATIONS.  Advancing of the future pediatric and future parenting to optimalized physical, mental and social health and well being for fetal, newborn, infant, children, adolescents and young adult    

Copyright © 2010, Save The Earth For Next Generation. Information Education Network. All rights reserved


Responses

  1. saya mau berhenti jadi donatur greenpeace,gimana caranya.
    dari fadlila yuhana di medan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori